Friday, March 20, 2009

Salat: Benefit from Science Perspective



Price: RM32.90 from em-pee-h

Author: Fatimah Ibrahim, Wan Abu Bakar Wan Abas and Ng Siew Cheok

Published by: Department of Biomedical Engineering, Faculty of Engineering, University of Malaya.


The cover of this book says: TO REVEAL THE SCIENTIFIC FACTS BEHIND THE ACT OF SALAT.

I bought this book early this year and finished reading about a month later. I was astounded when I read the book. All this while I know that as Muslim, solat is one of the five pillars in Islam. The second of five. It is obligatory for Muslims to perform Solat five time per day. I knew deep inside that everything that Allah instructs us to do, there must be something good behind it, more on spiritual value. Scientifically, I just knew that the act of prostrating and praying in congregation can give the positive effect on us, but that little knowledge is restricted to what I heard from one kuliah Maghrib quite some time ago. That was all.


The book describes that solat is more than just the movement of the whole body such as tai-chi (and the likes) because solat involves the recitation of Quranic verses and supplications (du'a) as well. These Quranic verses and du'as must be verbalised when the worshipper assumes certain postures and performs movements between postures.


The main postures during the solat are standing (qiyam), bowing (ruku'), prostrating (sajdah), and sitting during salutation (tahiyat).


I am not going into details of how the worshipper should stand, bow or prostrate and so on. If you are interested to know more about it, use the search engine, please (but the book did explain all about them). This review might sound "too technical" to some of you but if you get to read the whole book, you won't get lost.


Six factors that being studied in the book were:

a) Effects of solat and fasting on body composition;
b) deals with heart rate;
c) deals with low back pain;
d) on the brain;
e) talks about muscle activities;
f) the effects of salat on erectile dysfunction! yup!!!


Body composition

The body composition refers to active tissue, bone tissue, water component and fat.

Methods that were used to measure the body composition are:

- Using calipers
- Body Mass Index measurement
- Circumference measurement
- Water weighing measurement
- Dual X-ray Absorptiometry (DXA) measurement
- Bioimpedance analysis measurement

There are also certain parameters being used as indicator of body health which I am not going to list here.

So, to study the effect of the solat on body compostion, the researchers have set five conditions/etiquette that must be fulfilled during the study:

1) An individual's adherence to the full five solats;

2) An individual's understanding of the salat verses;

3) Congregational or non-congregational solat;

4) Back posture bowing, 90 degree angle or otherwise;

5) Position of toes, whether toes are bent or otherwise during prostration and when sitting between prostrations and during the final salutation.


I think this is very detail!


Conclusion:


1. The first study found that a person can achieve the highest level of health possible and indeed exceed optimum health level (with five good pratices as mentioned above is fulfilled). The body will be able to build up and sustain a good immune system and become more healthier and energetic. This will protect the body against various mental and physical illnesses (orang yang menjaga solat tidak nyanyuk walaupun dah tua pikun);


2. Solat also helps to reduce fat in the body thus forming up the muscle tissue. Increasing of active muscle tissue means delaying the aging process and the loss of inelasticity of muscle tissue (no wonder orang banyak solat tu awet muda kan?)


3. The practice of performing bowing at 90-degree angle will increase the intracellular water value in the body thus reducing discomfort from arthritis, low back pain and backache (so, ruku' tu biar betul-betul 90-darjah!);


4. The practice of bending the toes during prostration and sitting helps to increase the burning of fats and remove it from the body, thus reducing the risk of heart disease! (wahhhh, dahsyat solat ni kan? bengkok kan jari pun ada significant effect!)


5. The second study combined fasting with tarawih prayers. It has been proven that 140 minutes a week of that has the same effect of 150 minutes of exercise per week combined with a balanced diet.


Fasting and tarawih increase muscle activity, reduce fat deposits in arteries and veins -----> blood vessels will become more elastic. Also significantly reducing the glucose level. (kalau lepas tarawih pulun "morei" beriya-iya tak jadi jugak kot, tak apa lepas tu buat qiamullail!!!)


That was one factor, another 5 to go!!!! I am already tired of typing!! So can you see what's the benefit of solat now?


Briefly. the benefits of prostration in solat is that the head is at the lowest thus lowering distance between the heart and the gravity thus reducing the heart rate. (Jantung paling relax bila kita sujud sebab dia pam darah bukan melawan tarikan graviti). More blood will flow to the brain allowing the walls and nerves of the brain receive more blood and oxygen than usual. Brain is healthier and more energized (Itulah hikmah solat Subuh setiap pagi, kita keluar kerja dengan fikiran yang lapang dan tenang, tambah lagi kalau boleh solat Isyra' dan Solat Dhuha pulak later on so much better! Berapa ramai orang yang sebelum membuat keputusan yang besar-besar menunaikan solat sunat terlebih dahulu?)


Even the tuma'ninah in the solat has significant effect on the brain because the state of calmness was at its maximum during tuma'ninah. This is beneficial in maintaining the mental and emotional stabitility of and individual. It also increases concentration and brain power making a person more receptive and ready for challenges (kalau kita solat macam "ayam patuk padi" tu tak adalah maknanya kan?)


So now, you've got to read the whole book to know what else stores for you. This book is highly recommended so that hopefully in knowing this, it will motivate the Muslims to perform the solat more dilligently and orderly in order to derive spritual, physical, and mental benefits. It will also help you to answer some questions perhaps thrown to you by your non-muslim friends who normally clueless of why we have to bow, prostrate and so on in our prayers. Clearly, this book should not be missed!

Monday, January 26, 2009

Di Atas "Sajadah " Cinta

Ini buku ke-3 oleh Habiburrahman El-Shirazy atau Kang Abik yang aku telah baca. Hanya mengambil masa sehari. Seperti buku-buku beliau sebelumnya, membacanya memberi kesegaran minda, menyuntik semangat positif dan menyedarkan aku tentang kebesaran Ilahi. Lelah bekerja sepanjang 3 minggu yang lepas terasa hilang dalam kekhusyukan aku menghayati buku ini.

Ia bukanlah novel tetapi kisah-kisah pendek yang amat menarik untuk di tauladani sama ada ciptaan pengarang mahu pun kisah-kisah di zaman Rasulullah serta kisah para ulama yang kebanyakannya tidak pernah aku dengar atau baca.

38 kisah tauladan yang di tulis di dalam buku ini benar-benar mententeramkan jiwa. Tidak rugilah membacanya malah mengingatkan hati yang sentiasa lalai daripada mengingati Allah swt.

Tajuk buku di ambil sempena kisah pertama.

Antara perenggan-perenggan yang sangat memberi kesan kepada saya:
  1. Kisah Buah Cinta Berasas Taqwa: Orang-orang Yahudi mengahwinkan anaknya dengan seseorang kerana harta. Orang Nasrani mengahwinkan kerana keindahan. Dan orang Arab mengahwinkan kerana nasab dan keturunan. Sedangkan orang Muslim mengahwinkan anaknya pada seseorang kerana melihat iman dan taqwanya.


  2. Kisah Ketika Cinta Mengabdikan Cinta: Meski sedemikian melaratnya, kami berasa bahagia. Kami tidak pernah menyesal atau mengeluh sedikit pun. Tidak pernah saya melihat isteri saya mengeluh, menangis, sedih, atau marah kerana suatu sebab. Kalau pun dia menangis itu bukan kerana menyesali nasibnya, tetapi dia lebih merasa kasihan pada saya. Dia kasihan melihat keadaan saya yang asalnya terbiasa hidup mewah dengan selera high class, tiba-tiba harus hidup sengsara seperti pengemis. Dan saya pun merasa kasihan melihat keadaan dia, dia yang asalnya hidup selesa dan makmur dengan keluarganya harus hidup menderita di rumah sewa yang buruk dan makan ala kadarnya. Timbal balik perasaan ini ternyata menciptakan suasana mawaddah yang luar biasa kuatnya dalam diri kami. Saya tidak mampu lagi melukiskan rasa sayang, penghormatan dan cinta yang mendalam padanya.

    Setiap kali saya mengangkat kepala dari buku, yang nampak di depan saya adalah wajah isteri saya yang lagi serius belajar. Kutatap wajahnya dalam-dalam. Saya kagum pada bidadari saya itu. Merasa diperhatikan, dia akan mengangkat pandangannya dari buku, dan menatap saya penuh cinta dan senyumnya yang khas. Jika sudah demikian, penderitaan ini terlupakan semua. Rasanya kamilah orang paling berbahagia di dunia.


  3. Kisah Imam Ahmad, Orang Tua dan Anjing: Dari Abu Zinad dari Al-A'raj dan Abu Hurairah Radiyallahu 'anhu bahawasanya Rasulullah Sollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang memutuskan harapan orang yang datang kepadanya, nescaya Allah akan memutuskan harapannya pada hari kiamat kelak dan tidak akan masuk syurga."


  4. Kisah Kiritikan Puteri Imam Ahmad: Dan makan makanan orang yang pemurah adalah ubat. Lain dengan makan makanan orang bakhil, itu membawa penyakit.


  5. Kisah Taubatnya Wanita Penggoda: Rasa takut kepada Allah yang tertancap dalam hati wanita itu sedemikian dahsyatnya. Berbulan-bulan ia terus beribadah dan mengiba ampunan dan belas kasih Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ia tidak memikirkan apa-apa kecuali nasibnya di akhirat. Ia terus solat, bertasbih, berzikir, dan puasa. Hingga akhirnya wanita itu wafat dalam keadaan sujud mengadap kiblat. Tubuhnya kurus kering kontang seperti batang kurma yang terbakar di tengah padang pasir.


  6. Kisah Ketika Masjid dan Rumah Pelacuran Roboh: Maka jangan sekali-kali saja-saja menuruti hawa nafsu. Siapa tahu saat sedang menuruti hawa nafsu itulah maut menjemput!


  7. Ada lagi kisah-kisah yang menunjukkan betapa besarnya ganjaran orang yang menginfakkan hartanya ke jalan Allah serta besarnya pahala bersedeqah, sentiasa memuliakan tetangga dan tidak lupa tentang kewajipan kita sebagai anak-anak untuk merawat orang tua kita.


  8. Akhir sekali, barangkali kisah Nyanyian Cinta adalah kisah cinta yang paling menyentuh nurani kewanitaan saya. Usai membaca kisah cinta tersebut, saya cepat-cepat berdoa agar anak-anak saya nanti di kurniakan jodoh orang-orang soleh dan solehah tanpa melupakan saya juga wajib mendidik anak-anak saya terlebih dahulu menjadi soleh dan solehah.



Semoga ada lagi penulis Kang Abik terus maju berkarya!


Sunday, January 25, 2009

Reading Materials in 2009

I missed my monthly visit to The Borders or MPH or any bookshops!!!!! It has been such a long time or at least that is how I feel since my last shopping spree at the bookshops!! I really missed walking in between rows upon rows of bookshelves, I missed the smell of the bookshop, the smell of the books! The excitement of just having bought loads of books!! I missed everything about books!
.
.
.
.
.
.
*sigh*



I am not sure how my new year is going to look like but I pray that it's going to be a much better one. But for now, I have to accept things as they are meaning I can't afford to buy as many books as before but that does not stopping me from dreaming buying and reading more books this year!



To welcome 2009 and the new Hijrah year, I have finished reading Travelog Dakwah: Meniti Hari Esok by Prof. Muhd Kamil Ibrahim. I've just read his previous book on Hajj and I must say I am highly inspired by both books. And today, I've just bought one new book by Kang Abik, that is Di atas Sajadah Cinta!

Friday, December 19, 2008

Have Read

Quite a lists to be reviewed!! This page really need to be updated!!!!


The books are:

1. For One More Day by Mitch Albom

2. Ketika Cinta Bertasbih by Habiburrahman el-Shirazy

3. Let Me Call You Sweetheart by Mary Higgins Clark

4. Love The Music, Love To Dance by Mary Higgins Clark

5. Sepulchre by Kate Moss

6. Labyrinth by Kate Moss

7. Kasih dan Awang by Nur Azmi

8. Demi Masa by Abu Hassan Morad

9. Travelog Haji: Mengubah Sempadan Iman by Muhd Kamil Ibrahim

10. Anakku Bijak Belajar: Sentuhan Ibu Bapa oleh Dr. Shukri Abdullah

Wednesday, May 28, 2008

Anugerah Bulan Buat Bonda



ANUGERAH BULAN BUAT BONDA OLEH MUHAMMAD SALIHIN SULAIMAN


Sejarah Bonda yang panjang
Ranjau duri liku gundah
Pada setiap malam yang larut
Tangisan menembusi tembuk kasih


Anugerah emas bukan layak untukmu
Anugerah permata hanya sekecil debu
Untuk ku berikan padamu


Tersingkir di bumi sunyi
Tak sanggup melihat
Deraian air jernih
Berjujuran di pipi kedutmu


Bisumu yang memanjang
Gegarkan bumi, gelapkan awan


Namun di hari bahagia ini
Anugerah Bulan Buat Bonda
Selayaknya untukmu


Doaku, janjiku serta pasrahku
Itu yang termampu
Untuk sebuah anugerah untukmu





Sebetulnya aku telah khatam membaca buku di atas lebih sebulan yang lalu tapi hanya kini berpeluang menulis ulasan pendek mengenainya.



Buku ini ku beli sempena Pesta Buku Antarabangsa bulan lepas. Kebetulan semasa aku mengikut Mak Teh berkunjung ke gerai Al-Ameen, aku telah berkesempatan bertemu dengan penulis yang berasal dari Kota Singa ini. Aku belum pernah membaca tulisan beliau lalu buku beliau aku beli. Ternyata satu pilihan yang tepat.



Tulisannya sarat dengan pengajaran dan peringatan. Mesej yang disampaikan serius tetapi disampaikan dengan cara yang sangat kreatif. Buku ini mengandungi cerita-cerita pendek pelbagai tajuk.



Dimulai dengan "Anugerah Bulan Buat Bonda" yang menceritakan kisah sedih seorang ibu yang terbuang di rumah orang-orang tua tanpa dipedulikan zuriatnya sendiri melainkan seorang saja yang prihatin, yang mana dia sendiri kurang upaya.



"Dedaunan" pula mengingatkan kita bahawa tiada yang kekal di dunia ini kecuali Yang Maha Pencipta. Satu peringatan supaya menggunakan peluang yang ada tanpa sia-sia. Sangat kreatif sekali cara penulisannya.



Aku seperti mendapat dorongan kuat apabila membaca ungkapan berikut di dalam cerpennya yang bertajuk "Menziarahi Siarah":



"Jangan kecilkan cita-cita kamu, kerana cita-cita yang kecil akan menyebabkan seseorang mundur dalam gerak langkah perjalanan hidupnya menuju kejayaan."




Cerpen ini mengingatkan kita tentang tanggungjawab sebagai ibu bapa. Perihal anak-anak luar nikah dan juga kesibukan ibu bapa menguruskan hal-hal duniawi tanpa memperdulikan hal-hal ukhrawi.



Ada banyak lagi kisah pengajaran yang lain semuanya disampaikan pada pendapatku dalam bentuk yang berbeza sebagaimana biasanya. Ceritanya ada yang bercampur fantasi tetapi masih saja relevan dengan mesej yang hendak disampaikan. Tentunya penulis mempunya daya imaginasi yang tinggi untuk menulis karya seperti ini.



"Jendela Waktu" membuatku mengalir airmata kerana mengenangkan nasib ku nanti di Padang Mahsyar. Apa beginikah nanti ditontonkan setiap dosa-dosa manusia nanti? Ketika itu, pintu taubat telah tertutup dan tiada apa lagi yang dapat seorang bernama manusia lakukan.



Semua cerpen beliau penuh pengisian dan sarat dengan peringatan. Melalui tulisannya ini, aku berkesimpulan penulis ini mempunyai caranya yang tersendiri, yang unik dalam menyampaikan mesej-mesej beiau. Kalau anda nak tahu apakah keunikannya, silalah membaca buku ini. Insya-Allah tidak rugi membacanya. Memang sekarang sudah ramai penulis-penulis tempatan menghasilkan karya mereka tetapi untuk mencari karya yang betul-betul ada "substance" seperti yang ini memang tidak banyak. Muhammad Salihin Sulaiman telah berjaya membuatkan aku ingin terus membaca karyanya lagi.


Jika ada yang berminat, buku ini ada disewakan di EL-WARRAQ. Sila lah kesana untuk butiran lanjut.